Direktori | PPDB 2021 | Forum | Kegiatan | Arsip | |

BIDANG KERJASAMA & HUBUNGAN PUBLIK
     
 
BERSAMA: Rapat dengar pendapat dan konsultasi pengurus DPK Balikpapan bersama Forkom MKKS SMP dan MTs Swasta guna menghasilkan terobosan guna memajukan pendidikan di Balikpapan.
Forum MKKS SMP-MTs Swasta Sambut Positif
Bantuan Subsidi SPP bagi Siswa

BALIKPAPAN--Ketua Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan MTs swasta Balikpapan, Abdul Fatah S.Pd menyambut baik bantuan subsidi SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) dari Pemkot Balikpapan.

Dikatakan Abdul Fatah bantuan subsidi SPP ini adalah langkah yang mengejutkan pihaknya bersama kepala sekolah swasta lainnya yang tergabung dalam forum MKKS SMP-MTs Swasta Balikpapan.

"Karena kan belum pernah ada sebelumnya (bantuan subsidi SPP,red) seperti ini. Jadi, semua sekolah merasa senang karena bisa memberikan kelonggaran bagi wali muridnya," jelas Abdul Fatah saat dikonfirmasi kemarin.

Dikatakannya lagi, langkah kebijakan Pemkot Balikpapan melalui Disdikbud yang dikepalai Muhaimin adalah langkah yang bagus dari Pemkot memberikan kemudahan kepada orang tua wali murid dan pihak sekolah di tengah kondisi pandemi Covid 19 ini.

"Ini adalah salah satu wujud dukungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan terhadap sekolah swasta di Balikpapan, baik tingkat SD dan MI, maupun SMP dan MTs," jelasnya.

Dan atas bantuan subsidi SPP sekolah swasta, Abdul Fatah bersama seluruh pengurus forum MKKS mewakili semua SMP-MTs Swasta se Balikpapan menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Balikpapan, H. Rizal Effendi, dan Kadisdikbud Muhaimin, juga dukungan anggota DPRD Kota Balikpapan lewat anggaran perubahan.

Selanjutnya Abdul Fatah berpesan kepada seluruh orang tua/wali siswa yang putra-putrinya bersekolah di swasta untuk menunggu kebijakan penyaluran subsidi ini, yang tentu akan disampaikan oleh sekolah atau yayasan masing-masing. “Begitu dana subsidi ini diterima oleh sekolah, pasti akan langsung disalurkan melalui mekanisme pemotongan SPP rutin, sesuai dengan petunjuk tiap sekolah”.

"Semoga upaya dan dedikasi serta dukungan Pemerintah Kota Balikpapan kepada sekolah swasta terus meningkat dalam membantu kegiatan operasional sekolah yang ada," harapnya.

Sebagaimana diketahui, pada Senin (21/9) bantuan subsidi SPP bagi peserta didik tingkat SD dan SMP serta MTS swasta secara simbolis diberikan yang berasal dari APBD perubahan sebesar Rp 15 miliar.

"Subsidi diberikan kepada seluruh siswa SD/MI kelas 1-6 sebesar Rp.60.000,- per bulan dan SMP/MTs kelas 7-9 Rp.100.000,- per bulan selama 6 bulan (Juli-Desember 2020)," jelas Kepala Disdikbud Balikpapan Ir Muhaimin MT.

Jumlah sekolah swasta yang diberikan subsidi SPP untuk SMP swasta sebanayk 52 sekolah dan MTs swasta 12 sekolah, sedangkan SD swasta 53 sekolah dan MI swasta 23 sekolah. "Jumlah peserta didik yang disubsidi SPP-nya untuk SMP/MTs swasta 12.874 siswa dan SD/MI = 19.260 siswa totoal keseluruhan 32.134 siswa," ujar Muhaimin.

Program ini merupakan kelanjutan dari peduli pendidikan 1708 dan peduli pendidikan 0812. Awalnya anggaran pemerintah kota Balikpapan ini akan diberikan untuk mensubsidi kuota internet peserta didik selama pembelajaran daring.

"Namun karena sudah ada bantuan kuota Internet dari Kemendikbud sebesar 35 GB per siswa per bulan selama 4 bulan yaitu mulai September-Desember 2020, maka Disdikbud Balikpapan mengalokasikan anggaran tersebut untuk memberikan subsidi SPP," jelasnya.

Dirinya berharap semoga bantuan subsidi SPP ini bisa sedikit meringankan beban orang tua yang putra-putrinya bersekolah di swasta. (han)
 

DPK Gandeng Forkom MKKS Swasta

Perjuangkan Kemajuan Pendidikan di Kota Balikpapan

balpos.com, BALIKPAPAN-Bertempat di kantor sekretariat Dewan Pendidikan Kota (DPK) Kota Balikpapan digelar rapat dengar pendapat dan konsultasi bersama pengurus DPK Balikpapan dengan Forum Komunikasi Musyawarah Kerja Kepala SMP/MTs (Forkom MKKS) Swasta Balikpapan, pada Jumat (24/7) sore.

Pertemuan yang digelar mulai pukul 16.00 Wita hingga 18.00 Wita ini membahas berbagai masalah pendidikan dan solusinya, juga strategi ke depan untuk perbaikan serta kemajuan pendidikan di Balikpapan, utamanya di sekolah-sekolah swasta.

Berbagai isu pendidikan dibahas, dan disampaikan pengurus Forkom MKKS SMP / MTs Swasta Balikpapan diantaranya adalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) di banyak sekolah swasta yang hingga saat ini masih belum terpenuhi kuotanya.

Sebagaimana yang disampaikan ketua Forkom MKKS, Abdul Fatah, yang menyajikan data dan analisis PPDB di SMP swasta tahun 2020 ini. "Dari 51 SMP dan 10 MTs swasta di Balikpapan, tujuh sekolah berhasil memenuhi kuota kelas VII-nya. Sebagian besar sudah 50 persen lebih, dan sisanya masih kurang dari itu," papar Abdul Fatah kembali.

Selain itu, sebagian sekolah mengalami penurunan jumlah siswa yang mendaftar dari tahun sebelumnya, sebagian naik jumlah siswanya.

"Keseluruhan hingga saat ini, daya serap 61 sekolah swasta mencapai 72 persen walaupun masih belum merata dari kuota yang disediakan," papar Fatah biasa disapa.

Menanggapi masalah ini Ketua DPK Balikpapan, Drs H Yudi memberikan arahan kepada pengurus forum untuk terus mengintensifkan komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, dan berbagai pemangku kebijakan pendidikan termasuk DPK dan BMPS. H Yudi sangat menyambut baik pertemuan-pertemuan konsultatif seperti ini.

Terus semangat untuk sekolah swasta, karena sudah banyak sekali prestasi yang diukir oleh swasta, oleh siswanya, oleh gurunya dan oleh kepala sekolahnya, sampai tingkat internasional," kata H Yudi.

Menanggapi data yang disampaikan pengurus Forkom MKKS SMP/MTs  swasta dapat disebabkan oleh banyak faktor, utamanya adalah adanya kesan dari masyarakat yang masih menganggap sekolah swasta itu mahal, juga pengaruh pandemi Covid-19 yang berimbas pada ekonomi masyarakat.

"Padahal ini tidaklah sepenuhnya benar. Maka diperlukan sosialisasi yang intensif oleh sekolah swasta kepada masyarakat tentang berbagai hal yang menjadi keunggulannya. DPK merekomendasikan untuk forum segera melakukan pertemuan dengan Disdikbud dan DPRD Kota Balikpapan," saran H Yudi.

Ditambahkan Abdul Fatah, hingga saat ini SMP dan MTs swasta masih membuka pendaftaran PPDB bagi siswa yang belum bersekolah di jenjang SMP.

"Kepada warga Balikpapan yang ingin menyekolahkan putra atau putrinya di sekolah swasta, masih terbuka peluang yang luas untuk anak-anak lulusan SD bisa menikmati pendidikan di sekolah swasta dengan beragam keunggulan dan ciri khasnya," jelas Abdul Fatah kembali.

Hal lain yang juga dibahas adalah tantangan yang dihadapi sekolah swasta di masa yang akan datang. Sekolah swasta perlu bersiap dengan langkah-langkah yang strategis dan efektif, agar dukungan dari semua pihak semakin kuat.

Termasuk strategi bagaimana agar swasta berhasil mendapatkan kembali bantuan untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah. "Harapan kami adalah tahun depan sudah dapat direalisasi bantuan pengembangan sarana dan prasarana oleh pemerintah kota Balikpapan," jelasnya.

Pertemuan yang dihadiri 6 pengurus DPK dan 7 orang dari Forkom MKKS SMP dan MTs swasta ini juga menghasilkan kesepakatan awal untuk menguatkan sinergi dalam bentuk pemasaran bersama seluruh perguruan swasta di Balikpapan. Program yang di inisiasi forum ini akan segera diluncurkan dan puncaknya adalah gelaran ekspo pendidikan swasta.

Ini program yang sangat positif. Kami siap mendukung. Termasuk bertemu dengan Disdik, Walikota atau Pimpinan DPRD agar kita bersama-sama bisa membuat swasta makin maju lagi, sejahtera dan berkembang," harap  H. Yudi. (***han/pri)
     

Rakortas bersama MKKS : 10 Desember 2019
 
Pertemuan dengan Bapak Kadisdikbud
(30 Oktober 2019)
     
     
BIDANG SOSIAL

Penyerahan bantuan 1 unit sepeda motor dalam rangka hari ulang tahun PGRI tahun 2019.
 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di SMPIT Al Auliya (22 November 2019)
     
BIDANG TRAINING PENGUATAN KOMPETENSI

Workshop Manajemen Kepala Sekolah "Quality Services"
26 November 2018
   
     

 

 


Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)
SMP & MTs. Swasta Balikpapan
(c) 2020